Pionering dan Berbagai Hal terkait Pionering dalam Pramuka

Sebelum membahas lebih jauh tentang yang namanya Pionering, beberapa waktu yang lalu sudah pernah diterbitkan sebuah artikel yang membahas tentang pionering, yaitu mengenai Pionering Kaki Tiga. Kalau dari rentetan pembelajaran, seharusnya dijelasin dulu baru dipraktektin, tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, tambah sedikit ayam biar enak .. hihi.

Pengertian Pionering dalam Pramuka

Pionering yang kita kenal dalam bahasa inggris dengan penulisan 'Pioneering' kurang lebih pengertiannya adalah sebuah tehnik dalam kepramukaan yang pada umumnya menggunakan tali dan tongkat kemudian dirangkaikan menjadi sebuah bentuk objek tertentu. Contohnya, bangunan kreatif, menara kaki tiga, tiang bendera, tandu dan lain sebagainya.

Tujuan dan Manfaat Pionering dalam Pramuka

Pionering diharapkan mampu memberikan sebuah pengetahuan atau ilmu baru dan mengasah keterampilan, yang nantinya hal tersebut mampu diaplikasikan tidak hanya dalam kegiatan kepramukaan saja melainkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pelakunya.
Lalu apa saja sih manfaat dari Pionering ini? Belajar dan mempraktekkan Pionering bermanfaat antara lain adalah:
  • Membiasakan dan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, kerjasama dan kekompakan antara pramuka yang satu dengan pramuka lainnya.
  • Beberapa bentuk Pionering dapat diaplikasikan ketika waktu-waktu yang sangat dibutuhkan, semisal P3K.
  • Menjadikan pelaku Pionering terbiasa untuk mewujudkan dan merancang sebuah model Pionering itu sendiri (bukan hanya teori).
Source: nailaarryadh.blogspot.com


Lalu, dalam Pionering tentu tidak akan lepas dari yang namanya sebuah ikatan dan simpul, karena pada dasarnya kedua jenis keterampilan inilah yang menunjang dan terbentuknya sebuah model rancangan Pionering itu sendiri.
Dibawah ini adalah jenis-jenis dari simpul sekalian manfaat dari simpul tersebut:
  • Simpul Ujung Tali (bermanfaat agar ikatan atau pintalan tali tidak mudah terlepas)
  • Simpul Mati (bermanfaat untuk menyambungkan dua utas tali yang memiliki diameter yang sama dan tidak licin)
  • Simpul Anyam (bermanfaat untuk menyambungkan dua utas tali yang memiliki diameter yang sama dalam keadaan kering)
  • Simpul Anyam Berganda (bermanfaat untuk menyambungkan dua utas tali yang diameternya berbeda dan dalam keadaan basah)
  • Simpul Erat (bermanfaat untuk memperpendek tali tanpa dipotong)
  • Simpul Kembar (bermanfaat untuk menyambungkan dua utas tali yang memiliki diameter sama dan dalam keadaan licin)
  • Simpul Kursi (bemanfaat untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang dari ketinggian)
  • Simpul Penarik (bermanfaat untuk menarik benda yang memiliki ukuran besar sehingga akan lebih mudah dilakukan)
  • Simpul Laso (bermanfaat untuk menjerat hewan atau binatang atau keperluan lain yang serupa)

NB: Untuk membedakan mana simpul dan mana ikatan, penting juga diketahui, bahwa simpul adalah sebuah hubungan antara tali dengan tali, dan ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lain selain tali.
Selain Simpul-simpul yang ada diatas, ada juga ikatan yang juga akan diperlukan dalam Pionering, dan dibawah ini adalah beberapa jenis Ikatan yang perlu diketahui sekalian kegunaannya:
  • Ikatan Pangkal (selain digunakan untuk memulai sebuah ikatan, ikatan pangkal juga digunakan untuk mengikat tali pada kayu atau tiang)
  • Ikatan Tiang (biasanya digunakan untuk mengikat sebuah benda dengan ukuran yang longgar namun tidak tetap tidak terlepas, misal mengikat leher binatang sehingga tidak tercekik)
  • Ikatan Jangkar (untuk mengikat benda yang berbentuk ring atau bundar)
  • Ikatan Tambat (seperti halnya ikatan pangkal, beberapa ada yang menggunakan ikatan tambat sebagai awal untuk memulai sebuah ikatan, selain itu, ikatan tambat biasanya digunakan untuk menambatkan tali pada benda seperti tiang atau kayu dengan erat namun mudah untuk dilepaskan kembali)
  • Ikatan Tarik (biasanya digunakan untuk turun dari tempat yang tinggi, ada juga yang menggunakan sebagai pengikat hewan pada suatu tiang)
  • Ikatan Turki (biasanya digunakan sebagai bentuk ikatan yang digunakan sebagai tali kacu atau stang leher atau hasduk)
  • Ikatan Palang (biasanya digunakan untuk mengaitkan dua tongkat yang berbeda dengan posisi palang)
  • Ikatan Canggah (biasanya digunakan sebagai ikatan pada dua tongkat yang berbeda dengan posisi yang sejajar untuk menyambung 2-3 tongkat sebagai tiang bendera)
  • Ikatan Silang (digunakan sebagai ikatan pada dua tongkat yang berbeda dengan posisi tingkat yang menyilang atau berbentuk x)
  • Ikatan Kaki Tiga (untuk mengaitkan tiga tongkat yang berbeda, kemudian digunakan sebagai tiang sebagai penahan sebuah beban yang akan digantungkan, misal untuk menanak nasi)

Dari jenis ikatan atau simpul diatas, mungkin beberapa dari kita ada yang menyebutkan simpul pangkal, padahal yang ada diatas adalah ikatan pangkal, atau simpul jangkar padahal seharusnya adalah ikatan jangkar, mari kita cari tahu kebenarannya ... hihi
Itu dulu! Sebelum ada Toko Online kek sekarang!
Membeli Asesoris saat ini menjadi lebih mudah
Tinggal klik, transfer dan tunggu aja pesanannya diantarkan ke alamat kita
Lengkapi Asesoris Pramuka-mu Disini.. Klik Aja

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

Dapatkan Pemberitahuan Artikel Terbaru dari Kami: